A.
Pendahuluan
Seringkali, upaya untuk menciptakan
atau mengembangkan usaha sendiri didorong oleh motivasi yang kurang jelas
sehingga jika usaha tersebut mulai mengalami kesulitan dalam pelaksanaannya,
pengusaha bersangkutan terlalu mudah menyerah dan terlalu cepat memutuskan
untuk menghentikan usahanya.
Sebagian pengusaha kecil, membangun
usaha dengan motivasi sederhana yaitu dorongan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari,
sehingga jika usaha tersebut dalam kondisi belum menghasilkan pendapatan untuk
sementara waktu karena salah satu dan lain hal, pengusaha bersangkutan akan
kehilangan motivasi untuk mempertahankan dan mengembangkan usahanya kenapa
putus asa atau tidak termotivasi? Pertanyaan ini bisa terjawab jika pengusaha
tersebut memahami manajemen usaha tersebut dan mengerti kondisi yang peluang pasar dan tantangan
yang akan dimasuki dari lingkungan usaha saat bersaing dengan yang lain.
B.
Manajemen Teori dan Penerapannya
Sebagai acuan dari berbagai upaya untuk
mengembangkan usahanya seorang pengusaha perlu memahami dan mendefinisikan
sebuah manajemen dalam benak mereka masing–masing. Pemahaman pengusaha kecil
terhadap manajemen menjadi keliru jika penjabaran mereka berhaluan pada teori
tetapi sesungguhnya manajemen yang baik adalah apabila seorang pengusaha
tersebut bisa menjabarkan dalam pikiran dan benaknya. Ini menjadi penting karena:
Pertama,
yang dilakukan oleh pengusaha adalah melakukan rancang bangun atau disebut Business Plan (Rencana Usaha). Hal
tersebut juga penting sekali sebagai dasar penjelasan arah perusahaan bagi para
karyawan dan semua pihak yang terlibat dalam usaha dimaksud, sehingga dasar
kerja sama semua pihak tidak hanya ditataran kesamaan visi, tapi bahkan pada
tataran koordinasi operasional (rencana usaha harus mampu menjelaskan “mengapa”,
“apa”, “bagaimana”, “kapan”, dan “siapa” yang akan melakukan tiap–tiap kegiatan
pengembangan usaha tersebut.
Kedua seorang pengusaha yang mampu
mengkorodinasikan semua peluang dan tantangan dalam suatu rangkaian sistem yang
utuh. Agar setiap lini usaha menyadari fungsi dan perannya masing-masing
sehingga bisa mengisi kekurangan dan kelebihan dalam menjalankan roda usaha
seperti pemberian tugas dan wewenang yang sederhana memudahkan pengusaha
tersebut dalam pencapaian hasil.
Ketiga semua kegiatan yang
dilakukan pengusaha dalam menjalankan roda usahanya harus benar–benar dibuat
suatu laporan pembukuan (actuating) yang jelas sehingga pengusaha
tersebut mampu memprediksi hal–hal yang berkaitan dengan skala ekonomis usaha,
sumber-sumber dana yang jelas, prediksi aliran kas, prediksi keuntungan usaha
serta bisa mempertimbangkan pengembangan usaha dilihat dari laporan laba-rugi usaha tersebut.
Keempat jika usaha yang dijalankan
bisa berjalan secara kesinambungan maka dalam tiap periodic harus dilakukan
evaluasi melalui pengawasan (controlling)
yang lekat karena hal ini akan membantu pengusaha tersebut mengurangi kebocoran
dan ketimpangan yang terjadi dapat dihindari secara dini.
C.
Penerapan Manajemen Usaha Keluarga
Target untuk mendapatkan keuntungan
(financial profit) merupakan tujuan
yang harus dicapai untuk kelangsungan dan perkembangan usaha tersebut. Oleh
karena itu penerapan suatu manajemen usaha menjadi sangat penting sehingga
mampu menghasilkan pendapatan yang cukup demi mempertahankan kelangsungan
hidupnya. Seorang pengusaha juga harus memahami pokok–pokok manajemen.
Kegiatan pengarahan dan
pengontrolan usaha serta pengkondisian lingkungan usaha tersebut mencakup
hal–hal sebagai berikut:
1)
Pengumpulan, Pengolahan dan Analisis Data dan
Informasi
Termasuk dalam hal ini adalah
kegiatan-kegiatan administrasi yang pada dasarnya merupakan alat kontrol
kegiatan usaha sehingga dapat mencapai tujuannya dengan lebih efisien.
Pengolahan dan analisis data
informasi sebaiknya memanfaatkan berbagai teori dan kebiasaan yang telah
terbukti berhasil (best practice)
sehingga dapat segera menunjukkan hasil dan manfaatnya.
Misalnya keputusan untuk menentukan
harga jual produk suatu usaha diambil berdasarkan Perhitungan sederhana yaitu:
Harga pokok produksi + beban investasi +
keuntungan = harga pokok
Sistem pengambilan keputusan harga
diatas tentunya perlu didukung dengan berbagai data dan informasi yang relevan
antara lain:
- Data Akuntansi seluruh biaya yang terkait
dengan proses produksi untuk menghitung harga pokok produksi.
- Data Akuntansi seluruh biaya yang terkait
dengan investasi dan kapasitas produksi untuk menghitung beban investasi (beban
investasi=total investasi: total produksi).
- Data tingkat keuntungan yang diharapkan oleh
pemilik perusahaan, data tingkat kesejahteraan (bonus) yang diharapkan pegawai,
dan lain–lain untuk menghitung keuntungan.
2)
Sistem Pengambilan Keputusan
Adalah suatu Prosedur tahap demi
tahap untuk mencari solusi atas berbagai masalah yang terjadi. Dalam hal ini
masalah–masalah dalam mengelola usaha.
3)
Mengembangkan Budaya Perusahaan
Agar tujuan usaha dapat tercapai
maka pengusaha perlu meningkatkan motivasi seluruh karyawan, sehingga berbagai
rencana dan berbagai sistem pengelolahan usaha yang telah dikembangkan akan
diikuti oleh seluruh karyawan dengan penuh kesadaran dan keiklasan. Cara
terbaiknya adalah meningkatkan rasa memiliki seluruh karyawan terhadap
perusahaan melalui cara keterbukaan (transparency),
akuntabilitas kerja (accountability).
D.
Elemen–Elemen Manajemen Usaha
Perencanaan pengembangan usaha dan
pembiayaan usaha, sebenarnya telah tergambar beberapa hal/bagian utama yang
perlu dikelola agar perusahaan dapat mencapai tujuannya yaitu :
1. Pemasaran
Tujuan dari manajemen pemasaran
adalah mampu mengetahui kebutuhan pembeli atas produk (barang atau jasa) yang
hendak diproduksi terutama tentang spesifikasi produk, harga. Mampu menjual
produk sesuai dengan kapasitas produksi. Mampu manajemen produksi sehingga menghasilkan
produk yang berkualitas.
2. Sistem Produksi
Tujuan dari sistem produksi adalah
mampu menghasilkan dan mengirimkan produk sesuai kebutuhan pembeli, dengan
menggunakan berbagai fasilitas produksi yang biaya investasinya rendah, ongkos
operasinya murah, dan handal. Mampu menjelaskan kepada manajemen keuangan
tentang kebutuhan biaya investasi, biaya operasi dan biaya pemeliharaan terkait
dengan kinerja.
3. Pembiayaan/Keuangan
Tujuan dari manajemen keuangan
adalah mampu mencari sumber pembiayaan yang kondisi dan syaratnya (terms and condition) sesuai dengan
kebutuhan modal investasi dan modal kerja. Mampu mendorong manajemen pemasaran
untuk menetapkan harga dan cara pembayaran produk yang menguntungkan
perusahaan. Mampu mendorong manajemen produksi untuk menekan biaya investasi
dan biaya operasi tanpa mengorbankan kualitas produk.
E.
Penutup
Sebagaimana
telah disampaikan sebelumnya seorang pengusaha perlu memiliki motivasi
sekaligus imajinasi yang kuat mengenai segala hal terkait penciptaan dan
pengembangan usaha yang diinginkan sehingga bila ada peluang apapun yang lewat
didepan mata dan sesuai dengan gambaran usaha yang diinginkan dan dipikirkannya
langsung dapat dimanfaat dengan baik.
Seorang
wirausaha adalah seorang yang memulai suatu usaha karena keinginan sendiri yang
didasari oleh keberanian untuk menghadapi segala resiko yang akan dihadapi.
Keberanian yang dimiliki haruslah didasari oleh intuisi yang melihat kesenpatan
atau peluang untuk berusaha.
DAFTAR PUSTAKA
Kementrian Koperasi Dan Usaha
Kecil Dan Menengah Republik Indonesia. Pedoman Bisnis Usaha Kecil dan Menengah
(UKM). 2003. Jakarta.
Sutrisno, Noer.
2003. Kewirausahaan Dalam Pengembangan UKM di Indonesia. Makalah Kongres ISEI:
Strategi Pembangunan Ekonomi Dalam Era Reformasi dan Global. Malang Jatim.
Suparta, Nyoman, Prof. Dr. Ir. MS.
MM. Kewirausahaan. Bahan Kuliah. Magister Manajemen Agribisnis Program
Pascasarjana Universitas Udayana. Denpasar.
Wiratmo Masykur, Drs.
M.Sc. 2001. Pengantar Kewiraswastaan. Kerangka Dasar Memasuki Dunia Bisnis.
Edisi Pertama Cetakan Kedua. BPFE. Yogyakarta.
